Minggu, 17 April 2011

MARI BELAJAR HIPNOSIS-HYPNOTHERAPY

Perilaku adalah bagian dari kepribadian kita. Perilaku terbentuk dari saat anda lahir dan ber-interaksi dengan dunia luar sampai saat anda sekarang ini.

Kepribadian itu bila sudah terbentuk, sangat sukar sekali untuk diubah.

Para Psikolog dan Dokter jiwa adalah mereka2 yang dilatih khusus untuk mampu merubah perilaku / kepribadian seseorang (guna memperbaikinya bilamana ditemukan adanya kepribadian yang salah / menyimpang). Namun upaya mereka ini juga sangat tidak mudah.

Ada tiga tehnik untuk bisa merubah perilaku seseorang yang tergolong efektif, yakni: 1. Brain washing (tidak menusiawi), 2. Dengan pemaksaan (misalnya bila masuk AKABRI), dan 3. Hipnotherapy.

Belajar Hypnosis-Hypnotherapy tidak terlalu sukar. Andapun pasti bisa melakukannya. Dengan proses hypnosis, kita bisa mempangaruhi alam bawah sadar seseorang, dan kemudian bisa mengubah (memperbaiki) perilakunya.

Video dibawah ini adalah salah satu contoh bagaimana dengan manuver sederhana, bawah sadar seseorang bisa kita pengaruhi.

Bila tertarik, anda bisa belajar pada kami...


Selamat mencoba....

Jumat, 21 Januari 2011

IBU CANTIK MAU MEMAKAI KEBAYA PESTA


Kejadian ini sudah berlangsung November tahun lalu. Seorang ibu setengah baya datang ke praktek saya waktu itu. Beliau terkesan dari keluarga baik-baik dan berpenampilan sopan. Berat badannya memang tampak sedikit berlebih, namun secara keseluruhan penampilan masih terkesan lumayan.

„Saya mau turunkan barat badan“ katanya,“ Agar Januari nanti ini bisa memakai kebaya pesta pada pernikahan putri bungsu saya“. Hanya saja ibu ini terkesan agak gelisah, seakan ada sesuatu yang sangat berat yang menggangu pikirannya.

Pada saat pemeriksaan fisik, terkejut saya dibuatnya. Perut ibu ini tampak lebam biru-hitam didinding perut di-mana2. Namun waktu ditanya apa penyebabnya, beliau hanya mau menjawab seadanya.

Sewaktu akan menjalani hipnoterapi, beliau tidak mampu berkonsentrasi. Pikiran terkesan ber-pindah2 dan tidak mampu relaxasi. Mengagetkan memang, karena ibu ini hampir serupa seorang pecandu narkoba waktu bereaksi. Otak dan pikiran sangat aktif, tetapi arah pikiran tidak jelas, sebentar kesana sebentar kesini.

Setelah ditanya lebih rinci, baru beliau mau mengakui. Memang sudah berobat pada seorang dokter, yang mengaku dokter ahli kecantikan tadi pagi. Beliau mendapat suntikan banyak dibagian perut, serta dibekali kapsul obat untuk diminum sehari dua kali. Sejak pagi itu perasaan menjadi kurang tenteram, jantung berdebar, dan buang air kecil ber-kali2.

Beliau memang sudah berobat pada dokter yang ini sejak beberapa minggu lalu. Berat badan sudah turun sekitar 4 kilo, tetapi badan terasa tidak nyaman dan tidak tenteram, serta diiringi suasana hati yang gelisah selalu.

Saya meminta ibu ini menghentikan obatnya. Diteruskan dengan memberikan konsultasi kesehatan dan gizi, serta terapi standar yang biasa saja. Saya meminta beliau kembali dihari ke-lima.

Gambar diatas adalah keadaan perut pada hari ke-lima saat beliau datang. Lebam biru-hitam diperut sudah banyak berkurang, dan perilaku juga sudah tenang. Beliau bahkan mampu menerima hipnoterapi gizi dalam upaya merubah mindset, termasuk mampu memilih makanan mana yang boleh dimakan, serta yang mana yang harus dipantang.

Roy Marten, Revaldo dan beberapa selebriti Indonesia lainnya harus masuk bui karena memakai narkoba. Mereka mungkin memang sudah sekuat-kuatnya berusaha. Namun walau niat benar-benar mau berhenti, apa daya narkoba itu telah merusak beberapa jejas di berbagai bagian otak mereka. Fungsi otak sudah terganggu dan mereka sudah menjadi pecandu.

Saya tidak tahu pasti obat apa yang sebenarnya diberikan dan disuntikan. Karena saya hanya memeriksa pasien secara fisik saja, tidak sampai meminta periksa laboratoriumnya. Mudah-mudahan obatnya tidak yang tergolong jenis narkoba. Obat jenis ini sering disalah gunaan karena efek penurunan berat badan memang luar biasa.

Dokter (atau yang mangaku) yang sampai tega menyuntik pasiennya dengan obat yang masih tergolong narkoba, itu tergolong mahluk yang jahat, yang jahatnya luar biasa.....

Kenapa tidak dipersilahkan masuk bui saja....

He..he..

CATATAN:

Kini di IDI sudah ada berbagai organisasi profesi (dokter) dengan peminatan2 tertentu, seperti: Estetika, Kulit, Gizi Klinik, Anti Penuaan, serta peminatan2 lainnya yang juga menangani masalah estetika.

Selasa, 11 Januari 2011

MEMBACA FOTO AURA


Prof Dr Walujo Soerjodibroto PhD, SpGK


Bagi yang mampu membaca AURA….

Pasti mampu melihat kelemahan / kekurangan saya...

Atau kelebihan?...

He...he...

Jumat, 24 Desember 2010

KENALILAH OTAK ANDA


Pada masa embrio, otak itu terdiri dari 3 bagian: 1. Otak depan, 2. Otak Tengah, dan 3. Otak belakang.

Otak depan kemudian berkembang menjadi Cortex cerebri (cerebral cortex), bagian otak yang pada manusia paling berkembang sempurna. Cortex cerebri ini terdiri atas 2 bagian (lobus) yakni: 1. Otak (lobus) kanan, dan 2. Otak (lobus) kiri. Disinilah terjadi semua proses yang berkaitan dengan intelegensia manusia, termasuk didalamnya proses berpikir dan berkreasi dll. Cortex cerebri adalah bagian otak yang paling berperan dan paling menentukan sehingga manusia menjadi cerdas seperti sekarang ini. Manusia menjadi mahluk utama yang paling mulia didunia ini.

Otak tengah dan otak belakang berkembang menjadi “batang otak”. Otak belakang akan menjadi bagian otak yang disebut medulla, pons, dan formasi reticularis. Otak belakang ini menghubungkan otak dengan saraf spinalis (spinal cord) yang ada di tulang belakang. Adapun pons menghubungkan medulla dengan cerebellum yang fungsinya membantu mengatur koordinasi gerakan-gerakan diseluruh bagian tubuh kita.


Medulla berfungsi mengatur mekanisme kerja berbagai bagian tubuh yang penting yang bersifat otonomik, seperti: Denyut jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah dll. Sedangkan formasi reticularis berupa suatu network serabut saraf yang berfungsi mengatur koordinasi berbagai aktifitas penting pada manusia seperti kondisi sadar, tidur dll.

Otak tengah atau mesencephalon adalah bagian otak pada manusia yang paling kurang berkembang. Tugas utama otak tengah adalah berupa semacam stasiun relay, terutama terhadap informasi-informasi pendengaran dan penglihatan, juga mengontrol kooordinasi gerakan berbagai bagian-bagian diseluruh tubuh kita. Fungsi otak tengah ini juga barkaitan dengan kemampuan intuisi serta hal-hal lain yang terkaitan dengan ini. Sayangnya pada manusia bagian otak yang ini kurang berkembang.


Cerebellum mengatur dan mengkoordinasikan informasi yang datang dari pusat keseimbangan badan yang letaknya di bagian telinga tengah, dengan saraf-saraf sensorik, dan dengan fungsi pendengaran serta penglihatan kita. Cerebellum juga mempunyai fungsi penting dalam proses memori dan kemampuan belajar seseorang.

Karena lingkungan, kehidupan, serta tantangan yang dihadapi manussia yang sudah semakin rumit dan komplex, maka ini kesemuanya memerlukan kerja yang luar biasa dari sistim integensia kita. Oleh karenanya otak depan, terutama cortex cerebri pada manusia sebegitu berkembangnya sehingga merupakan bagian otak yang secara fisik dan secara fungsi men-dominasi bagian-bagian otak lainnya.

Seperti telah disebut diatas, otak tengah sangat berkaitan dengan fungsi intuisi kita. Intuisi ini sangat diperlukan sekali untuk kelangsungan hidup semua mahluk di dunia. Kemampuan intuisi ini masih sangat berkembang pada binatang. Sebaliknya, kehidupan manusia moderen ini kurang memerlukan intuisi setajam yang ada pada binatang. Otak depan manusia sedemikian berkembang dan sampai-sampai mengalahkan otak tengah baik dari segi fisik / anatomis ataupun dari segi fungsi. Kita semua telah mendengar bagaimana menjelang terjadinya tsunami di Thailand, gajah-gajah sudahmenjadi gelisah, sedangkan manusianya masih santai bersuka-ria.


Otak tengah manusia bisa dilatih, terutama bila otak masih dalam fase pertumbuhan. Dengan melatih otak tengah, manusia akan mampu meningkatkan kemampuan intuisi-nya. Anak-anak dapat diajarkan untuk mampu berjalan, menebak kartu, serta membaca dengan mata tertutup, serta kamampuan-kemampuan luar biasa lainnya, yang kesemuanya ini pada akhirnya bisa meningkatkan kecerdasan anak tsb.

Namun Tuhan itu pastinya sudah memiliki rancana besar dimana manusia dibuat / ditingkatkan intelegensianya, dan dikurangi kemampuan intuisinya. Dalam kondisi tertentu, intuisi kuat bisa sangat membantu dan sangat berguna., misalnya seorang pesulap, “orang pintar” yang mampu menolong / memperbaiki emosi orang lain, penjudi kartu dll. Orang-orang demikian ini terkesan berkemampuan / berperilaku cerdas. Dia akan dikagumi oleh banyak orang dimanapun ia berada.


Namun, ada pula ruginya. Kita tidak diharapkan memiliki kemampuan otak tengah yang terlalu dominan, misalnya seperti yang terjadi pada anak-anak indigo. Apa nyamannya bila suara-suara yang seharusnya tidak terdengar oleh manusia biasa (misalnya bila frekwensinya diatas 20.000 Hertz) bisa terus-menerus terdengar dan menggangu kenyamanan kita? Anda suka bila sesuatu yang mestinya tidak tampak, tiba-tiba muncul dan berada disamping anda? Apa nyamannya kalau intuisi kita memberitahukan bahwa tidak lama lagi kita akan mengalami celaka? Atau apa nyamannya kalau intuisi kita mengabarkan bahwa wanita pujaan yang sedang kita kejar pasti tidak akan menerima kita?

Dengan belajar melakukan hypnosis / hipnotherapi, dalam batas tertentu, otak tengah juga ikut meningkat kemampuannya, walau tidak setajam dan sekuat bila dengan pelatihan khusus yang langsung ditujukan pada otak tengah. Namun enaknya, kita akan mampu melakukan hal-hal istimewa ini hanya pada saat-saat yang kita meng-inginkan-nya saja. Dengan demikian, ketenteraman serta kenyamanan hidup sebagai manusia masih bisa wajar-wajar saja.



Dalam ilmu kedokteran moderen, hypnoterapi, hypnosliming dan sejenisnya sudah terbukti sangat besar kegunaannya. Cara ini bisa sangat efektif dipakai untuk mngubah mindset seseorang, agar ia bisa berubah untuk dapat menjalankan kehidupan yang lebih sehat. Cara ini juga bisa untuk meningkatkan kepercayaan diri. Dalam keadaan tertentu bisa dipakai sebagai sarana anesthesi yang efektif dan aman, dan tidak memberikan komplikasi yang berarti.

Minggu, 19 Desember 2010

WORKSHOP ON BASIC HYPNOSIS & MEDICAL HYPNOTHERAPY


Workshop on "Basic Hypnosis & Medical Hypnotherapy", with special reference to "Hypnoslimming & Body Beautification".

Target participants: Medical Doctors and other Health Personnel.

Jakarta, 29-30 January 2011.

If interested, please apply as soon as possible since there will be a limitation on the numbers of participants to keep a good span of control during practical training.

Minggu, 12 Desember 2010

COSMOBEAUTE: Ceramah dan Demo Hipnoterapi




Ceramah dan demo berjudul "Body beautification with Hypnotherapy" di Simposium Ilmiah COSMOBEAUTE 28 - 30 Oktober 2010.




Seorang volunteer bersedia menjadi pasien dalam demo hipnoterapi ini. Mula-mula dilakukan relaxasi dan dilanjutkan dengan proses hipnoterapi. Hipnoterapi ini dilanjutkan dengan tindakan hipnoslimming. Walau pasien tampak tidur nyenyak, sebenarnya ia hanya dalam keadaan bawah sadar (tetap masih bisa mendengar suara dokternya)dan dalam kondisi sangat relax. Kondisi ini membuat dia dapat menerima sugesti (dalam hal ini konsultasi gizi) dengan sangat efektif.



Dilakukan hipnoterapi (konsultasi gizi dibawah hipnosis)yang sekaligus bersamaan dengan tindakan mesoterapi dibagian perut volunteer ini. Mesoterapi bertujuan melangsingkan secara langsung jaringan lemak perut. Yang bersangkutan di-sugesti nyaman, sehingga selama perlakuan ia tetap berada dalam keadaan nyaman.

Rabu, 28 Juli 2010

APLIKASI HIPNOTERAPI DALAM TERAPI GIZI DAN MEDIS MASA KINI

oleh
Walujo Soerjodibroto




Perhatitan gambar diatas ini. Kalau saya menyatakan ini adalah gambar bola apakah anda setuju? Pasti tidak!

Apa yang sebenarnya terjadi? Otak / “pikiran-sadar” anda menerima informasi (audio dan visual) tentang gambar ini. “Otak-sadar” anda selanjutnya meneruskan informasi ini ke “pikiran bawah-sadar”. Namun di memori (“kamus”) bawah-sadar anda, bola itu berbentuk sangat berbeda dengan gambar diatas. Dengan demikian anda menolak informasi (sugesti) yang saya berikan ini.




Badan kita (manusia) ini dikontrol oleh “pikiran-sadar” (concious mind) dan “pikiran bawah-sadar” (sub-concious mind). Banyak yang tidak menyadari kalau pengaruh kontrol “pikiran sadar” hanya sekitar 12% saja, sedangkan yang 88% adalah kontrol dari “pikiran bawah-sadar”. Pikiran “bawah-sadar” inilah yang membentuk mindset serta kepribadian seseorang. Ini pula yang melaksanakan kontrol terhadap “saraf tak-sadar” (saraf simpatis dan para-simpatis), seluruh fungsi fisiologis tubuh, membentuk instink / naluri, dan banyak lagi.


Salah satu contoh kontrol tersebut dapat dilihat pada saat kita berlari. Semakin lama berlari, semakin cepat jantung berdenyut. Secara otomatis jantung menyesuaikan iramanya dengan lama dan kecepatan lari kita. Dan itu semua berlangsung tanpa kontrol pikiran sadar. Contoh lain adalah bilamana kita menolak disuruh membuka pakaian di tempat umum. Didalam “kamus” midset kita tidak tersimpan memori seperti ini, maka kita langsung menolaknya. “Pikiran bawah-sadar” itu tidak bisa / sangat sukar sekali dipengaruhi, dan inilah yang antara lain menyebabkan kepribadian seseorang (yang normal) itu tidak bisa / sangat sukar sekali berubah.

Semua informasi yang diterima “pikiran-sadar” itu harus melewati / menembus suatu filter yang amat kuat yang disebut critical factor (CF) untuk dapat mencapai “pikiran bawah-sadar”. CF ini menyaring semua informasi yang diterima oleh panca-indera. Bilamana informasi itu tidak sesuai dengan “kamus” memori bawah-sadar, informasi tadi akan langsung ditolak.




Merubah program bawah-sadar / mindset seseorang walaupun sangat susah, tetapi masih bisa dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan methoda brain-washing, yakni pemberian “pengertian baru” kepada seseorang (korban) secara terus-menrus dan ber-kesinambung-an. Kalau sampai orang tersebut menolak informasi yang ia terima, ia langsung disiksa / di-listrik dsb. Lama-kelamaan mindset orang ini berubah sesuai dengan “pengertian baru” yang dipaksakan padanya tsb.

Cara yang lebih manusiawi adalah yang dijalankan di ABRI, yakni dengan cara penegakkan disiplin (ABRI). Disini, perilaku yang diharapkan (seperti keadaan fisik dan mental yang prima, daya tahan yang tinggi, disiplin kuat, patuh menuruti perintah pimpinan dll) “dipaksakan” kepada mereka (calon ABRI). Apabila mereka tidak melaksanakannya dengan benar, mendapat hukuman. Sebaliknya, bilamana mereka melaksankannya dengan baik dan benar, mendapat pujian. Hanya dalam waktu sekitar 6 bulan saja, perilaku dan mindset mereka bisa berubah sesuai dengan yang diharapkan.




Orang gemuk (apalagi yang sudah obese) sudah bertahun-tahun memiliki mindset dan perilaku (termasuk perilaku makan) yang sudah sudah mantap (tetapi keliru). Kalau ia datang pada dokter ahli gizi (ahli gizi lain), lazimnya akan memperoleh konsultasi gizi. Orang tersebut pasti mengerti akan informasi tentang “makanan seimbang” yang dianjurkan padanya. Dengan sopan ia mendengarkan, serta berjanji akan melaksanakannya semua anjuran tsb. Tetapi mindset -nya jelas-jelas menolak (karena tidak sesuai dengan “kamus” bawah-sadarnya).

Hampir pasti konsultasi gizi (gaya klasik) seperti ini kurang memiliki keberhasilan, dan bahkan bisa gagal total. Dengan pemberian obat pelangsing atau dilakukan “treatment”tertentu, BB juga bisa turun. Tetapi ini semua hanya bersifat sementara saja. Kalau semua ini dihentikan, ia akan segera kembali gemuk seperti semula.



Yang mungkin bisa lebih memberi keberhasilan yang lebih baik adalah bilamana dilakukan behaviour modification, yakni konsultasi (gizi) dan diskusi yang berulang-ulang secara berkala dan berkelanjutan. Tetapi methoda ini selain makan waktu yang sangat lama (bisa berbulan-bulan), hasilnyapun sering sekali tidak memuaskan.

Seorang dokter (atau ahli hipnoterapi lainnya) dengan tehnik hipnoterapi dapat membuka critical factor (CF) pasien. Bilamana CF bisa sedikit terbuka, sugesti (= konsultasi gizi) dengan relatif mudah bisa menembus barrier ini dan mencapai “pikiran-bawah sadar” pasien. Dengan cara ini, mindset dan perilaku makan (yang keliru) pasien dapat dipengaruhi dan diperbaiki.

Namun hanya sekitar 10% orang saja sangat mudah di hipnotis (disebut golongan 10%), sedang 85% adalah mereka yang tergolong sedang sampai sukar dihipnotis. Bahkan ada sekitar 5% orang (golongan 5%) sangat sukar / hampir tidak mungkin dihipnotis.

Sering sekali kita dibuat terkagum-kagum melihat seorang ahli hipnotis panggung menyuruh seorang “sukalerawan” (orang yang dihipnotis = “suyet”) melakukan tindakan-tindakan konyol dan lucu di panggung atau di media elektronik. Ini bisa dimungkinkan karena para suyet tadi (diam-diam sudah diseleksi terlebih dahulu) adalah kesemuanya dari golongan 10% (sangat mudah dihipnotis).



Kita semua menikmati pertunjukkan yang menarik dan “lucu” ini. Bahkan ada suyet yang sampai mau membeberkan didepan penonton hal-hal yang sifatnya sangat pribadi (dan bahkan aib). Namun hal yang demikian ini sebenarnya sudah melanggar etika kemanusiaan, walaupun alasannya karena suyet tersebut telah memberi ijin (= mendapat bayaran?). Alasan demikian ini seharusnya tidak boleh diterima. Seperti halnya bilamana kita menyuruh orang membuka pakaian di tempat umum (= membuka aib), dan dia bersedia melakukannya (karena besar bayarannya), apakah tindakan seperti ini bisa dibenarkan?

Persetujuan dari suyet seharusnya dimintakan saat sebelum pertunjukan dimulai, dimana “pikiran bawah-sadar” masih belum terpengaruhi. Yang tidak etis adalah apabila persetujuan dimintakan setelah pertunjukan usai. Dalam keadaan yang demikian ini pengaruh terhadap “pikiran bawah-sadar” masih belum hilang sepenuhnya (apalagi kalau sampai suyet disugesti untuk harus mematuhi perintah).


Hinoterapi terhadap pasien (= treatment) itu umumnya lebih sulit dilakukan. Hanya sekitar 10% pasien yang sangat mudah di-hipnotis (yakni yang setara dengan yang dipakai untuk pertunjukan). Pada umumnya (85%) mereka adalah golongan sedang sampai sulit dihipnotis, dan bahkan 5% adalah golongan yang sangat sulit. Selain itu, banyak pasien yang walaupun CF nya bisa ditembus, namun tidak bisa terbuka bebas. Ini berarti, walau pasien tersebut sudah dalam keadaan trance, ia masih kurang (dan bahkan tidak) mau menerima sugesti. Untuk mengatasi kesulitan ini, sering diperlukan tehnik / upaya khusus agar sugesti bisa lebih behasil.

Namun bilamana hipnoterapi pada pasien bisa dilakukan dengan sukses, hasilnya memang sangat menakjubkan! Pada saat pasien dalam keadaan trance, dokter (atau ahli lain) pada saat bersamaan bila melaksanakan berbagai tindakan medis lain, seperti konsultasi gizi (langsung ditujukan ke bawah-sadar), mesoterapi, aquapunktur, bahkan minor surgery.




Ini semua bisa dilakukan tanpa memerlukan penggunaan anastesi (yang kadang bisa merugikan kondisi pasien), dan si pasien tetap dalam keadaan nyaman dan aman.

Walau hipnoterapi itu berasal dari ilmu lama, tetapi kini sudah banyak diteliti, samakin diminati, dan sangat mampu di-aplikasi-kan di dunia kedokteran modern masa kini.